Bertani Di Dunia Maya
“mbah gak maen adsense lagi?” itulah pertanyaan dari seorang teman blogger.
“udah gak, saya gak ada waktu dan capek” demikian jawaban mbah sambil menghisap dalam-dalam rokok putihnya.
“kok berhenti mbah? gak menghasilkan ya?” tanyanya lagi
“menghasilkan, cuma pekerjaan utama mbah jadi terbengkalai dan yg parah lagi mbah menjadi addicted dengan yg namanya internet, blog, dan lupa ama segalanya”
Pertanyaan itu selalu terlontar dari New Kids On The Blogs yg begitu terhipnotis dengan iming-iming hasil “bertani” dari dunia maya yg fantastis. Sebenarnya apakah kondisi pertanian di dunia maya memang fantastis seperti itu? Mbah pernah menjadi salah satu yg terhipnotis juga dengan hasil yg fantastis itu, sehingga terhipnotis dan akhirnya menjadi salah satu penggarapnya. Dengan bermodalkan beberapa blog yg yg bisa dihitung menggunakan jari tangan + jari kaki mbah mencoba meraup hasil panen yg melimpah. Dari blog yg berisi “sex education” sampai blog yg bisa dibilang berisi high paying keyword. Tapi semua udah mbah tinggalkan karena menyebabkan waktu mbah habis terbuang di depan komputer, berusaha update setiap hari, memutar otak mencari cara biar bisa selalu terindex google dengan cepat, atau bagaimana meningkatkan traffic dll. Soal penghasilan dari hasil bertani tersebut bisa dikatakan cukup untuk makan saja dan menjadi berkurang bila ada biaya berobat karena terlalu lama duduk dan memperhatikan monitor.
Bila berkaca kepada keberhasilan, beberapa orang memang berhasil walau saya tidak tau persis jumlah penghasilannya. Tapi bila dipersentase antara jumlah yg berhasil dan jumlah yg ikut menggarap lahan pertanian ini, mungkin persentasenya bisa dikatakan sangat kecil. Tinggal ketekunan dan kemauan kita aja dalam menggarapnya seperti yg sudah dicontohkan oleh Bapak Budi Putera yg sudah menjadi salah satu orang sukses di dunia ini.
“kalo page rank itu apa mbah?” tanya teman lagi
“kalo urusan page rank bisa ditanyakan ama pakarnya disini, atau bertanya kepada Perantau sukses ini yg berhasil menembus page rank 5 mendekati 6. ”
“kalo review mbah?”
“kalo review mbah kurang paham, mungkin kalo mau jelasnya tanyakan aja ke kucluk atau yunan”
mbah kembali menghisap rokoknya dalam-dalam dan teringat pembicaraan dengan mbak ini soal kemunafikan blogger. Mengaku nge blog hanya untuk menyalurkan hobi menulis, hanya untuk membersihkan pikiran-pikiran di otak, hanya untuk senang-senang tetapi ketika mendapati kenyataan bahwa trafficnya rendah dan sedikit orang yg berkomentar dia menjadi seperti lupa ingatan. Spam lewat ym, kirim sms untuk berkunjung ke blognya, menyebarkan link kesana kemari dll.Â




eh, pageranknya arul = 5 bisa diliat langsung. tapi ‘mendekati 6′-nya dipantau dari mana / dari apa?
September 2nd, 2008 at 9:17 amaku enggak ngerti blas
September 2nd, 2008 at 9:46 amSebetulnya bukan bertani kali yah ? tapi usaha sampingan heuhuehue…
September 2nd, 2008 at 10:11 ammbah ada-ada saja
hehehehe…
saya ngeblog masih iseng2 aja, kalo menghasilkan why not kan mbah ?
@ fahmi! : itu gara2 det yang ngomong’e PRku 6 pek
September 2nd, 2008 at 10:11 am@Fahmi!
dipantau dari penerawangan ala mbah :p
@ulan
tanya pakarnya aja nduk, awas terhipnotis yah
@Yunan
semoga tetap menjadi usaha sampingan walau nanti udah bisa panen raya
@arul
September 2nd, 2008 at 11:31 amsebagai seorang perantau, melakukan kegiatan yg menghasilkan itu sangat-sangat bagus sekali. Siapa tau suatu hari bisa membuat ortu men stop kiriman bulanan karena udah terpenuhi dari penghasilan kita sendiri.
au ahh…..
September 2nd, 2008 at 11:51 amhehehehe… pakar mbahmu kui..
September 2nd, 2008 at 1:01 pmeh dul ayo buko bareng! ngko sore ta mbek njajal kaos anyar! :p
ajarin mbah…. ben luas….
September 2nd, 2008 at 1:25 pm@zoel
au ah pake gelap gak?
@det
lho analisa dan pejelasan mu ke aku soal page rank benar-benar gaya pembicaraan soal pakar lho.
@Aziz
Ajarin apa lagi?? beli GPS aja biar luas :p
September 2nd, 2008 at 6:09 pmawak ndewek kan luwas!!!..
September 3rd, 2008 at 3:57 amwahahahahaha…
Aku juga nggak tertarik sama adsense. Entahlah, cuma nggak pengen blog-ku dikotori sama iklan-iklan.
September 3rd, 2008 at 8:37 amHasilnya cuman untuk makan ? Hueueueu..duitnya gede tuh..lah mbah kalau makan bisa 12 porsi..hihihi
September 3rd, 2008 at 10:28 am@khucluk
Yoh.. luas e wes unlimited :p
@galih
sep mas, gak perlu iklan di blog, wong kerjaan utama aja udah cukup kan.
@La Manda
September 3rd, 2008 at 4:22 pmfitnah.. kebalik.. yg makan porsinya jumbo kan kamu dol wahahahahaha.
hehehe…
September 3rd, 2008 at 9:23 pmmbah sangkil2…..
Apaan sih adsense, masih gak minat buat ikutan :p *gak ngerti pisan*
September 4th, 2008 at 6:04 am@udin
udin-udin :p
@Fenty
mending gak ngerti aja fen, ntar kalo ngerti malah tambah stress loh
September 4th, 2008 at 6:55 amadsense itu penting pow???
mending biasa-biasa aja deh. daripada ribet.
*sungkem mbah krn baru dateng*
September 4th, 2008 at 10:16 pmmbah, nyuwun agunging pangarsami mbah.. dangu mboten sowan dhateng mbah! sugeng shiyam mbah! mugi2 pikantuk barokah dhumugi ingkang Moho Kuwaos, mbah!
btw, Blogger seperti saya memang munafik mbah. Anargi puniko, ing sasi meniko badhe nyuwun pangarsami dhumateng Gusti.
Nyuwun pangestunipun, mbah!
September 5th, 2008 at 2:29 pm