Mbah Sangkil

Cerita Gak Jelas

Siluman #2 [kami malu menjadi manusia]

02 Mar 2009

Ketika pertama saya memperkenalkan diri sebagai siluman, beberapa pertanyaan dialamtkan kepadaku, dari yg bertanya sudah bosan jadi manusia? sampai dengan pertanyaan kenapa harus siluman?

Kenapa kami lebih bangga jadi siluman? seperti yg dijelaskan di sini siluman memang kadang bertingkah laku seperti manusia, beraktivitas seperti manusia bahkan berkomunikasi seperti manusia. Kelebihan dari siluman adalah siluman identik dengan sesuatu yg tidak bermoral, jahat, buruk tingkah laku.  Dari kelebihan itu kami beranggapan bahwa kami belum pantas menjadi manusia yg katanya derajat nya lebih tinggi dari makhluk lain, berakhlak lebih baik dari makhluk apapun di dunia, mempunyai otak untuk membedakan mana yg baik dan mana yg benar, bemartabat dan bermoral. Kami masih malu dan belum sanggup menyangga, memikul dan memakai gelar manusia karena kelakuan kami kadang nyeleneh, urakan dan terkesan apa adanya.

Seperti apa yg sudah terjadi, ketika kamipun berusaha mendatangi para siluman-siluman di daerah lain yg tercecer dari lingkaran yg katanya isinya para manusia, kami mendapat hinaan dan ejekan. Apakah kami terus mundur? tentu tidak, kami sadar kami hanya siluman yg selalu mendapat ejekan dan hinaan. Kami hanya datang dengan rasa persaudaraan dan persahabatan, kami datang tanpa pamrih, tanpa ada misi yg menguntungkan pribadi ato golongan, tanpa memandang kasta, tanpa memandang jabatan, tanpa memandang status sosial. Kami datang tanpa topeng manusia, kami datang dengan apa adanya, kami berusaha bertingkah laku seperti manusia” yang sebenarnya bila bertemu dengan golongan yg katanya manusia, bukan sebagai siluman yg  memakai topeng manusia.

Seperti kemaren kami kedatangan Siluman dari Gunung kelir yg merupakan salah satu sahabat kami. Kami menyambutnya selayaknya siluman, berbincang polos apa adanya, memisuh dengan seenak hati. Pisuhan seperti Jancooookkk!!! asuuuu, matamu, dan segala macam pisuhan khas kami.

Kami Para Siluman

walau obrolan kami di barengi dengan yg katanya manusia pisuhan dan tak pantas diucapkan, tapi itulah cara kami menyambut sahabat, memuliakan sahabat, memandang sahabat seperti saudara sendiri sehingga kami merasa tidak perlu ada sekat disana. Kami para siluman bukan seperti kalian manusia yg munafik, yg hanya bisa bermanis-manis di depan tapi dibelakang menghina, merendahkan bahkan menjelek2kan kami.

Terimakasih Buat Genthokelir yg sudah rela mendatangi kami dengan ikhlas dan membawa rasa persaudaraan dan persahabatan di pundakmu. Kami para siluman berharap kemudian hari banyak siluman-siluman lain yg akan kami temui tentunya dengan rasa persaudaraan dan persahabatan tanpa memandang status, jabatan, kedudukan, daerah, materi atau apapun itu. Kami hanya berharap kalian datang  dengan rasa persaudaraan dan persahabatan yg murni. simpel kan??

15 Responses to “Siluman #2 [kami malu menjadi manusia]”

  1. 1
    Luvie Says:

    Halah.. Judulnya ndak kreatif.. Sama kayak kmaren.. :p

  2. 2
    Novianto Says:

    Weh Fotoku seng paling keren kae wes gede dewe, nggilani, eh nang ngarep sisan, komplit plit wes

  3. 3
    BUDIONO Says:

    betapa manusiawinya para siluman ini…

    begitu silumaniawinya para manusia itu

  4. 4
    genthokelir Says:

    Kalian Tak bisa DIBELI

  5. 5
    Edi Psw Says:

    Wah, kapan-kapan kepingin juga bertemu dengan siluman di Gunungkelir.

  6. 6
    gajah_pesing Says:

    *bangga menjadi menjadi siluman tua dan gak kreatif*

  7. 7
    Andy MSE Says:

    Ciyeleng… siluman kenthukelir akhire wani ngobrak-abrik sarang siluman Jawi Wetan… gggrrrrrrr……

  8. 8
    aRai Says:

    iki posting opo seh *aku ga mudeng*

  9. 9
    suryaden Says:

    apakah saya juga bisa menjadi siluman?
    tanyakan pada yang goyang…

  10. 10
    k.u.c.l.u.k Says:

    mboil pos pokoke

  11. 11
    edo Says:

    Siluman yg bisa joget…

  12. 12
    Dony Alfan Says:

    Asu, aku kok ra diajak? Apakah karena diriku seorang manusia?

  13. 13
    Andi Sugiarto Says:

    memang pisuhan itu enak.

    pagi sampe sore: masih formal.. ’selamat siang’, ’selamat sore’ dsbnya..

    begitu maleman dikit: ‘asu, matamu yo?’ dll sudah bisa mengakrabkan kita!!

  14. 14
    shalimow Says:

    salam kenal bos

    wah asyik banget blognya
    thanks sajianya ya

  15. 15
    gempur Says:

    Setelah bosan menjadi moyang negeri antah-berantah dngan sebutan mbah sangkil, sekarang bosan jadi manusia, dan memilih siluman. kalo bsan dari siluman mo jadi apa mas?

Leave a Reply

© 2010 Mbah Sangkil | Entries (RSS) and Comments (RSS)
Design by Design Your Web Page - Powered By Blog Collector, Wp themes