Debat Pilwali Surabaya

Tadi malam Debat Pilwali dilaksanakan untuk yang pertama kalinya di surabaya. Debat ini disiarkan langsung oleh metro Tv dan diikuti oleh kelima bakal calon walikota surabaya 2010-2015.

Kelima cawali ini dicerca pertanyaan oleh tiga panelis yakni Hotman Siahaan sosiolog), Pingky Saptandari staf ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan serta Sumartono pakar lingkungan hidup. Banyak hal tentang permasalahan kota surabaya yang menjadi pertanyaan para finalis, dari mulai penanganan warga stren kali sampai penanganan Gang Dolly. Hampir semua cawali memaparkan konsep2 mereka dengan baik, bahkan mereka melengkapi dengan data-data yang diperlukan.

sampai ketika pada sesi terkahir, presenter menayakan kesiapan mereka jika kalah dalam pilwali ini. Masing masing cawali mulai memberikan pendapat mereka.

Nomor urut satu BF Sutadi mengatakan “Saya akan sujud syukur. Kalau kalah, bersyukur itu yang terbaik.  Meskipun kalah saya akan mengabdi pada masyarakat. Mengabdi di masyarakat tidak hanya jadi walikota”

Nomor urut dua Fandi Utomo, menjawab “Kita umat beragama percaya pada Tuhan. Arek-arek Surabaya itu terbuka dan egaliter. Dan semuanya juga berusaha tidak kalah.”

Nomor urut tiga, Arif Afandi menjawab “Saya kan sebelumnya jurnalis, saya akan kembali ke jurnalis.”

Nomor urut empat, Risma Triharini  menyatakan “Saya akan menjadi dosen dan membantu masyarakat bawah, sebagai pekerja sosial.”

Sedangkan nomor urut lima cawali dari Independen, Fitradjaja mengatakan
“Saya nggak punya cita-cita menjadi walikota. Cita-cita saya sebagai presiden. Walikota adalah langkah awal untuk perubahan. Kekalahan di pilwali ini tidak akan merubah niat saya untuk menjadi presiden RI dan merubah indonesia menjadi lebih baik.”

Kebetulan pada saat debat ini saya menonton sambil chating dengan salah seorang teman saya, dan komentar teman saya itu adalah ” Susah menjadi presiden tanpa didukung oleh partai, mending nanti kalo Nasional Demokrat sudah menjadi partai pak Fitra suruh melamar aja menjadi anggotanya, sapa tau nanti bisa dijadikan calon untuk pilpres 2014.”




One thought on “Debat Pilwali Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *