Bersikap Bijak
ya… anda memang sudah berkontribusi buat dunia anda, tapi anda tidak sepantasnya bertanya apa yang sudah orang lain lakukan untuk dunianya.
Tidak semua orang yang berkontribusi selalu mempublikasikan kontribusinya. Belajar dari beberapa orang besar yang kutemui mereka selalu low profile dan merendah. Kalopun terpublikasi itupun bukan keinginan mereka, tapi karena ada orang lain yang mempublikasikannya.
Saya sendiri sangat takut untuk “menantang” soal kontribusi orang lain, karena saya sering menemui mereka2 yang kontribusinya sangat besar untuk bidangnya tapi tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya sudah berkontribusi. Setiap kutanyakan jawaban mereka adalah “apa yang kami lakukan belum seberapa” padahal menurut saya kontribusi mereka sudah sangat2 hebat.
Seorang blogger tidak selalu memiliki andil dalam dunianya, seorang desainer tidak selalu berkontribusi pada dunianya. Alm Kadaruslan atau biasa dipanggil Cak Kadar adalah seorang wartawan, jika anda tanya kontribusinya untuk profesinya mungkin gak seberapa, tapi coba tanyakan kepada orang-orang dan para budayawan kontribusi Cak kadar Untuk Kesenian Nasional khususnya surabaya pasti anda akan terkaget-kaget. Siapa yang tidak kenal PUSURA, siapa yang tidak tau Festival Seni Surabaya dan masih banyak kegiatan seni berskala nasional dan lokal lain yang lahir dari buah pemikirannya. Cak Kadar adalah sosok orang yang sangat low profile dengan kontribusi yang sangat-sangat besar baik untuk kesenian nasional dan kesenian surabaya, Â Bahkan Sampai Akhir hayatnya pun beliau tidak pernah mau disebut sebagai budayawan.
kepada mereka mereka yang kontribusinya belum seberapa tapi udah merasa sangat besar, bersikap bijaklah. Bukankah lebih baik kita bersikap low profile, gak sombong bahkan terkesan merendah aja. Akan sangat tidak baik jika kalian bertemu orang yang seperti saya sebutkan di atas, Anda akan sangat malu kecuali anda TIDAK PUNYA KEMALUAN!!!!




Berkoar atas kontribusi pribadi yang gak seberapa sama saja mindah kemaluan neng mbathuk…! *ngisin-isini*
June 28th, 2010 at 8:43 pmkasian amat ya, kalo gak punya kebijakan dan gak punya kemaluan..
June 28th, 2010 at 8:44 pmBusyet dah mbak.. Amit-amit kalo sampe ndak punya kemaluan.. iku investasi masa depan Mbah.. Btw bener banget mbah.. Di atas langit masih ada langit.. sungkan dhewe ngomong karo wong tiwas kemlinthi tibak e wong sek di ajak ngomong luweh ahli.. wes mending meneng mbah.. haha.. Padi semakin berisi semakin merunduk.. tul gak mbah.. ^^ mantap mbah..
June 28th, 2010 at 8:44 pmEh mbah salah ketik.. iso mbak i… hahaha.. LOL
June 28th, 2010 at 8:45 pmpamer kontribusi, aduh malunya
June 28th, 2010 at 8:51 pmdoh… cek bawah dulu ini.. bahaya kalo sampe mabur sendiri…
salam buat cak kadar…
oh.. isih
June 28th, 2010 at 8:55 pm@all sekte saru
saya juga belajar dari kalian, kalian termasuk orang dengan kontribusi sangat besar tapi selalu menyembunyikan itu dengan “kesaruan” kalian
Saya bangga bisa menjadi bagian dari kalian
June 28th, 2010 at 8:59 pmKalau komentator ya pastinya berkoar…
Seperti saya saat ini…
Karena komentar disini, pastilah berkoar dan diliat orang lain…
Hoeeeeeeee
June 28th, 2010 at 9:19 pmSaya berkontribusi di Blognya Mbah Sangkilllll…!!
wah dikunjungi pak Mars (worship)
June 28th, 2010 at 9:22 pmaku juga nggak mau disebut blogger nasional… karena aku adalah blogger alam semesta… (rofl)
June 28th, 2010 at 9:24 pmyang jelas saya tidak saru melainkan alim dan sholeh… (lmao)
bingung komen apaan..!
June 28th, 2010 at 9:37 pmaku malah teropsesi ben terkenal ki piye?
June 28th, 2010 at 9:42 pmsebenarnya pengen pamer kontribusi tapi tidak punya kontribusi apa apa (doh)
June 28th, 2010 at 9:54 pmSekarang ilmu dan informasi yang kita dapat, semuanya pasti telah ada yang membuatnya. Apalagi yang mau kita sombongkan? Aku sendiri malu jika menganggap diriku itu berkontribusi besar dalam dunia blogging. Karena sebenarnya aku ini hanyalah blogger pemula yang tidak pernah memberikan apa-apa. Begitu pula dalam dunia Linux. Mereka yang menyebutku master, membuatku semakin malu. Karena aku tidak pernah memberikan apapun. Hanya memberikan ilmu yang aku miliki. Jadi tidak pernah melakukan kontribusi apapun yang bisa dibanggakan.
Mereka yang tidak memiliki kemaluan karena menyombongkan diri dengan kontribusi mereka, sebenarnya mereka membuat sebuah tindakan bodoh yang tentunya akan merugikan diri mereka sendiri.
June 28th, 2010 at 10:07 pmSik toh… kawit mau podo ngomong kontribusi… Mbah.. mbah.. kandanano aku rek, artine opo jan-jane? hihihi…
“Jika tangan kananmu memberi, usahakan tangan kiwone gak weruh..” ngunu bek’e ya..?
June 28th, 2010 at 11:22 pmBisa menjadi bijak bagi orang lain belum tentu bisa menjadi bijak bagi diri sendiri, setuju ngga dengan pendapat saya tersebut? Thanks…
June 29th, 2010 at 10:00 amKalau orang gak berbuat dan tidak berkontribusi lalu berkoar-koar, mungkin itu yang namanya pahlawan kesiangan.
Saya juga berkontribusi nih di blog mbahsangkil, horeee…
Salam sukses.
June 29th, 2010 at 11:01 amwah terima kasih peringatannya, semoga saya bukan termasuk yang menyombongkan diri.. lah emang gak ad yang bisa di sombongkan hihi.. salam kenal mbah Sangkil..
June 29th, 2010 at 1:00 pmsemua orang punya kemaluan, tinggal panjang atau pendek!
June 29th, 2010 at 2:34 pmsemakin panjang kemaluan maka semakin kecil kadar malunya, namun semakin pendek kemaluan maka semakin besar malunya.
lha dalah…. SPAM
June 29th, 2010 at 2:37 pmsalam kenal untuk pres-dir sekte saru (okok)
dari nubi yang malu kalo dibilang berkontribusi (blush)
June 29th, 2010 at 5:52 pmKont..ribusi sih saya ndak tau,
yang saya banggakan itu retribusi parkir…200 rupiah, tetep aku bayar 500 rupiah.
(soale nak ora dibayar…dipelototi wong) (rofl)
June 29th, 2010 at 7:25 pmmemang, saya juga sangat tidak suka kepada orang yang suka berkoar tanpa ada tindakan representatif, omong doang!
tapi…
kita mesti ingat pula, nun jauh disana, disebuah tempat yang tak terjangkau oleh kita.. tempat dimana malaikat dan setan memperkarakan boleh tidaknya video Ari*l ditonton, ada hal2 tersembunyi.. bahwa sebagian orang (baca: kecil) yang mempublikasikan kontribusinya dalam berbagai hal semata hanya untuk membangkitkan semangat dan gairah lingkungannya agar termotivasi untuk melakukan hal yang sama, bahkan lebih..
dalamnya laut boleh diukur, dalamnya hati siapa yang tahu…
salam hangat dari penulis kemarin sore
June 29th, 2010 at 9:22 pm-mataharisenja-
memang orang besar harusnya tidak besar kepala
July 1st, 2010 at 11:03 pmyups.. low profile..
July 4th, 2010 at 7:45 pmorang jadi besar bukan karena eksistensinya melainkan tidak adanya penyakit hati dalam dirinya… sehingga selalu melakukan yg terbaik dalam setiap tingkah lakunya..