Jujur aja sebenarnya saya sudah males dan gak mau lagi menulis soal ariel dan luna maya serta cut tari. Buat saya itu adalah hal gak penting dan buang-buang waktu aja membahasnya. Tapi ketika melihat kelanjutannya kok ya jadi mangkel dan miris melihat hukum kita seperti tidak berdaya menghadapi kasus ini. Hukum kita seperti anak kecil yang musti di gandeng untuk jalan, di gendong karena kelihatan lumpuh, dan dipermainkan sedemikian rupa.
Buat saya sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk menjelaskan apakah di video itu adalah ariel dan luna maya. Tidak perlu memanggil pakar tehnologi forensik, tidak perlu pengamat IT, tidak perlu pakar sinematografi. Cara yang paling mudah dan paling bodoh adalah mengecek tato yang terekam di film itu. Polisi tinggal memanggil Luna maya, suruh salah seorang polwan untuk memeriksanya, kalo memang ada ya udah berarti luna maya tersangkanya. Tapi kalau tidak ada silahkan polisi mencari siapa pelakunya. Hal seperti ini kok kelihatannya sangat sulit untuk dilakukan apalagi sampai bersembunyi di balik “asas praduga tak bersalah”. Apakah dengan mengecek tato seperti itu menjadikan luna tersangka? bagaimana dengan kasus sengkon dan karta? dimana asas praduga tak bersalahnya? Adakah yang bisa mengembalikan moral dan harga dirinya?
Hukum hanya milik orang kaya dan berduit, hukum jadi musuh buat rakyat kecil yang miskin dan tidak berdaya.
Kasus ini sudah menjadi pengalih isu yang sangat mujarab, bahkan lebih mujarab dari demam piala dunia bahkan lebih membius dari narkoba golongan 1. Gaung piala dunia seakan-akan lenyap di telan oleh berita-berita sampah ariel, luna maya dan cut tari. Semua orang terbius, terlena seakan-akan mereka ketagihan, sakaw dan akan mati bila sampai tidak mengikutinya.
sampai pada suatu masa, ketika mereka sadar bahwa:
“lho kok harga elpiji naik? kapan?duh uang belanja berkurang donk”
“lho kok saya mbayar listriknya naik, padahal gak nambah apa-apa”
“lho kok harga-harga kebutuhan pokok naik sih”
“lho porong sudah tenggelam? duh sanak saudaraku gimana ya nasibnya“
“lho 15 M sudah di sahkan? “
dan banyak lagi lho-lho lainnya.
Kalo sudah seperti ini jawabannya cuma MATAMU PICEK!!!!!






{ 21 comments… read them below or add one }
ampun mbah…
pun picek tenan meniko matanipun kakehan bedigasan…
bwahaha
saking ndak pentingnya, yg laen dibiarin…
busyet… posting nembe rampung wes entuk backlink….
worship dah! (worship)
pengalih isu…
nutupi bangkai pakai tai…
podo mambune berarti wahahahahhaha
Ncen negri begajul … seko nduwur nganti ngisoran begajul kabeh…. termasuk aku (lmao)(rofl)
*Like this*
Katanya keadilan itu tidak pandang bulu. Ye memang tidak pandang bulu kok, mereka memandang dompet, deposito, dan memandang yg enak dipandang.. (haha)
Mbah, saya dilink lagi mbah? Padahal rung apdet meneh.. (blush)
huehehehehhe lho jebule aku di link to… aku menjadi mangkel dan miris.
(worship) (worship)
Waalllaaahhhhh aku ndak di link yach?…. (tears)
wuuuiihhh salluuuu bahasane…..
tutup kuping..
kunjungan pertamaaxx mbah..
lam kenal nggih
wiiiiiiiiiiiii manteb ya
dan saya sudah muak dengan hukum di negeri ini
matane picek goro2 kelilipan penthil…
ternyata mbah sungguh jeli melihat kejadian kejadian akhir akhir ini
kau memicekkan mataku..!
duh sungguh teganya dirimu..!
Hahaa, sabar sabar sabar.
Saya pun juga sudah bosen dengan tontonan kelompok saru itu
Ayo kita switch saja topiknya sesuai musim : piala dunia dan filem Tanah Air Beta saja
Salam bentoelisan
Mas Ben
aku setuju dengan 2 kata ….MATAMU PICEK…hua ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……….
betul mbah, Hukum hanya milik orang kaya dan berduit, hukum jadi musuh buat rakyat kecil yang miskin dan tidak berdaya. Diancuk jaran kabeh.. aparat keparat..
bner mbahhh,,hukum di Indonesia mang udah picek semua,,,aparatnya kya anjingggg,,mata duitan,,HUKUM CACADDDDD,,,asu tenan
traE aparat nduwuran ki keParat,, matane picek kabeh. kakehen Wedonan. mandange duit tOk nggo mbayar LOnte. walahh Keparaaattt.
dlogok kuda kabeh
{ 1 trackback }