Serba Serbi Kereta Api

Bukan pertama kali saya bepergian naik kereta api, bukan pertama kali pula saya naik kereta api dari stasiun gubeng surabaya menuju Jogyakarta. Beberapa hari lalu saya kembali menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi menuju kampung halaman saya. Ntahlah saya yang kurang peka dengan lingkungan sekitar stasiun gubeng ataukah itu memang sesuatu yang baru yang ada di lingkungan stasiun gubeng surabaya.

hal pertama yang saya temui adalah adanya 2 mesin penjual minuman otomatis. 1 mesin menjual minuman kemasan dan 1 mesin menjual minuman siap saji seperti kopi, teh dan susu. Mesin ini bisa digunakan dengan memasukkan beberapa uang logam sejumlah harga minuman yang dipilih atau dengan memasukkan uang kertas. Sayangnya saya tidak bisa mencoba karena pada saat itu mesin penjual minuman otomatis itu belum menyala.

Hal berikutnya yang saya temui adalah penjual roti maryam murah. Roti maryam khas timur tengah ini pernah saya jumpai di stasiun Tugu Jogyakarta ketika saya dengan Budiono akan berkunjung ke Jogloabang menemui ki Demang Kenthir dan Simbah Gunungkelir. Roti maryam seharga rp.2500 perpotong ini masih hangat ketika pagi hari dan nyaman disantap dengan secangkir kopi panas. Di Surabaya sendiri ada juga yang menjual Roti Maryam ini tapi dengan harga yang relatip lebih mahal. Sayangnya saya lupa untuk memotret Roti itu sendiri 🙁

Hal berikutnya adalah ketika saya melihat spanduk di tempat reservasi tiket ketika mengantarkan luvie memesan tiket untuk kembali pulang ke jakarta. pada spanduk itu tercetak logo kereta api, tapi saya menjadi bertanya-tnaya kenapa tulisannya kok K-E-R-E-T-A-P-I dan kalo dibaca menjadi kere tapi. Ntahlah hampir di semua media yang mencantumkan logo ini tertulis seperti itu. Dan akan menjadi lucu bila kata itu di sambung dengan nama sebuah kereta api malam yaitu gaya baru. Sehingga kalimatnya akan terbaca Kere-Tapi-Gaya-Baru 😀

Dan yang terakhir yang menjadi perhatian saya adalah adanya Jadwal dan harga tiket bulanan yang tercantum secara jelas dan gamblang untuk masing2 kereta eksekutif dan bisnis. Jadwal ini Tidak akan pernah terlihat dari pintu masuk stasiun gubeng baru karena letak jadwal ini di samping stasiun di depan pintu masuk ruang reservasi tiket. Dengan jadwal bulanan ini kita bisa melihat Jam keberangkatan dan harga tiket sesuai tanggal bulan tersebut. Informatif dan memudahkan kita untuk mengatur jadwal dan anggaran bila mau bepergian naik kereta api khususnya kelas bisnis dan eksekutif.

Sebenarnya masih ada lagi hal2 menarik di ruang reservasi, tapi lagi-lagi saya terlewat untuk memotretnya yaitu display dan penggunaan tiket antrian yang tidak berfungsi. Tidak seperti di stasiun Tugu Jogyakarta dimana pengantri dipersilahkan duduk dan dipanggil sesuai dengan nomor tiket antrian, di staisun Gubeng surabaya sistem itu sudah ada tapi tidak digunakan. Pengantri berdiri berjajar ke belakang layaknya kita membeli tiket bioskop.

demikianlah hal-hal yang sudah lama tapi baru saya temui di Stasiun Gubeng surabaya.




6 thoughts on “Serba Serbi Kereta Api

  1. Jidat

    Pengalaman numpak kreta, pulang dari bekasi saya nekat naik kreta tanpa bei tiket karena tiket abis dan diatas langsung kena razia trus diturunkan di karawang 🙁
    Haha

    Reply
  2. luvie

    sebenernya ada lagi yang bikin aku penasaran. ruang tunggu eksekutif. seberapa ekslusif ya? memangnya dapat fasilitas apa aja disana?

    sayang tidak sempat menunggu disana. karena keliatannya gak ada makanan di ruang tunggu itu.. *tetep nyari makanan* huahahahaha.. 😀

    Reply
  3. PRofijo

    Kulo malah jarang bepergian dengan kereta api, tapi beberapa minggu yang lalu, “terpaksa” naikin taksaka, 10 jam perjalanan yang menyiksa. Rep udud kudu bolak-balik neng sambungan antar gerbong (JOH)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *