Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Minggu Pagi Merupakan kegiatan rutin saya beserta teman teman TPC [cempluk, deteksi, angki, anang, khuclukz dan aziz ] mengadakan jogging minggu pagi. Tapi minggu pagi kemaren benar-benar istimewa buat saya, karena pagi itu ternyata ada pengulangan kekaguman saya kepada sebuah kelompok musik unik. Kenapa saya katakan sebuah pengulangan kekaguman, karena kelompok musik ini pernah saya tonton dan saya saksikan di acara Festival Percussion G Walk.

Kelompok musik yg saya maksud adalah kelompok musik yg berasal dari pamekasan, yg bernama percussion kramat pamekasan. Kenapa saya juga mengatakan bahwa kelompok musik ini unik, karena kelompok ini memadukan atau mengkolaborasikan antara alat musik jawa yaitu gamelan dengan tong-tong penyimpan air, sehingga mereka lebih dikenal dengan slogan nya yaitu tong kosong kosong bunyinya. Dengan beranggotakan 22 orang yg mana setiap orang memainkan 1 alat musik, mereka menghasilkan komposisi musik yg bagi saya unik dan enak didengar. Pukulan pada tong yg konsisten dengan ketukan yg pas, serta harmonisasi dari berbagai gamelan jawa membuat para pengunjung taman bungkul pagi itu terpesona, apalagi mereka membawakan lagu-lagu yg sudah akrab di telinga setiap orang seperti jali-jali, yamko rambe yamko, surabaya dan berbagai lagu daerah yg tidak asing di telinga kita.

Oleh sebab Itu berbanggalah Kabupaten Pamekasan memiliki kelompok musik ini, walau mereka masih muda-muda tapi mereka bertalenta sangat tinggi. Mereka kerap diundang dalam acara festival perkusi di surabaya, dan daerah daerah di indonesia. Saya sempat berbicara dengan salah satu anggota dari grub musik ini, dia mengatakan bahwa mereka masih mempunyai utang jadwal untuk bermain di beberapa daerah lagi dan bulan depan ini mereka berencana ke jepang untuk mengadakan pertunjukan disana

semua gambar diambil dari sini




8 thoughts on “Tong Kosong Nyaring Bunyinya

  1. aRuL

    sy berpotensi sebenarnya jadi pertamax tapi sy tertelan akismet 😀

    wah sayang sy ndak bisa ikutan..
    eh cempluk bukannya ikut juga? 😀

    Reply
  2. mbah sangkil Post author

    @arul
    iya daeng, saya lupa cantumin tapi udah saya tambahin. Ketelan akismet ya harap maklum, udah lama kelaparan jadi perlu sedikit makan hehehehhe.

    @deteksi

    sep det, ntar bikin kolaborasi reyog sama perkusi kramat.

    Reply
  3. Anang

    mereka itu hebat. bangga dalam kesederhanaan alat musik. dg kesederhanaan, mereka mampu menghadirkan irama yg tak kalah garang dg erwin gutawa orchestra *hyperbolic mode on* mantap. jempol buat mereka!

    Reply
  4. mbah sangkil Post author

    @anang

    harus nang, itu kan salah satu aset budaya jatim khususnya madura. Bangga pada hasil karya daerah sendiri daripada bangga pada budaya orang lain

    @khucluk

    yo mes yo ti cluk, kalo gak keren mana bisa sampe ke jepang :p

    @Otakkabel

    coba aja undang mereka untuk maen kalo di tempat ada ada hajatan atau acara perayaan, gak mahal kok, sama kayak kita nyewa orkes dangdutan sekelas monata

    salam kenal juga yah

    Reply
  5. ajaroz

    wow aku kaget saat nama KRAMAT ESSEMBLE mulai melambung namanya dan mulai di jadikan sebagai music traditional yang perlu dilestarikan di negara ini….jujur saya sendiri sebagai warga KRAMAT sangat bangga dan sangat tersanjung mendengar nama KRAMAT ( KReatifitas Aransement Music trAdiTional ) bisa jadi tontonan dan bisa jadi sarana hiburan bagi masyarakat lain 🙂

    thanks for post 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *