Krimininalisasi Sosial Media

Lihatlah strategi Greater Manchester Police (GMPolice) Β ini dalam memperlakukan jejaring sosial. Disaat beberapa negara menyalahkan jejaring sosial sebagai pembuat bencana bahkan berusaha memblokir dan menutupnya, GMPolice malah memanfaatkan jejaring sosial facebook dan twitter untuk mempublikasikan mereka-mereka yang terindikasi ikut serta dalam kekacauan di manchester. Apa yang dilakukan oleh GMPolice ini bisa dibilang sebuah bukti bahwa jejaring sosial bukan kriminal, tapi penggunanya yang memanfaatkan untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum.

Apa yang dilakukan GMPolice ini termasuk salah satu kebebasan berekspresi di internet yang bertanggung jawab, dalam arti poto dan data yang dipublikasikan adalah nama-nama yang sudah terbukti dan memiliki bukti bahwa orang itu terlibat. Bahkan untuk menghindari “salah orang” mereka menyertakan tanggal lahir dalam tweetnya. Apa yang mereka publish tentu saja sudah diperhitungkan matang2 apakah sejalan dengan hukum atau tidak, tetapi dengan publikasi ini dampaknya saya kira sangat positip karena masyarakat bisa tau siapa2 pembuat onar dan masyarakat juga bisa membantu memberi informasi keberadaan mereka2 yang belum tertangkap.

Apa yang dilakukan oleh GMPolice ini sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh teman2 dari indonesia juga walau mungkin bidangnya beda. Blood for Life (BFL) sudah lama menggunakan jejaring sosial ini untuk membantu mencarikan pendonor bagi mereka yang membutuhkan darah. Dengan mempublish di twitter yang akhirnya terebar secara berantai, diharapkan ada pendonor dengan golongan darah yang dibutuhkan dan letaknya berdekatan dengan lokasi si pengguna. Betapa jejaring sosial ini sangat berguna dan bermanfaat.

Masih banyak lagi hal2 positip dalam memanfaatkan jejaring sosial untuk membantu sesama. Jalin merapi pernah menjadi posko terdepan pada saat letusan merapi. Informasi tentang keadaan/situasi di lokasi sampai dengan pendistribusian serta mengabarkan apa2 yang dibutuhkan oleh pengungsi. Jalin merapi juga memanfaatkan jejaring sosial untuk melakukan itu.

Jadi jika ada pemerintah atau instansi terkait yang ingin memblokir jejaring sosial atau sosial media hendaknya berpikir secara bijak dan logis. Jejaring sosial bukan hal yang bisa membuat orang melakukan kejahatan, jejaring sosial layaknya robot yang segala tingkah lakunya tergantung si pemrogram. Jejaring sosial tidak bisa bergerak sendiri, jadi jika ada kejahatan yan gmenggunakan fasilitas jejaring sosial atau sosial media, kejarlah si penggunanya jangan jejaring sosialnya yang dipersalahkan.

Kalo pemerintah tetap ngotot dan menyalahkan jejaring sosial untuk sebuah kejahatan atau tindak kriminal,Β pemerintah juga harus memblokir penggunaan panci karena panci juga bisa digunakan untuk membunuh bahkan kejahatan lain seperti penipuan dan penggelapan.Β 




10 thoughts on “Krimininalisasi Sosial Media

  1. Anas

    hmm, itulah mas,, bingung aku sama kemkominfo hanya gara-gara segelintir ulah penggunaa tak bertanggung jawab.. eh, malah kita dapat imbas pemblokiran..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *