Selamat Ulang Tahun Indonesia Ku

Ulang Tahun Indonesia Yang ke 66

Tak Terasa ulang tahun Indonesia sudah memasuki umur yang ke 66. Umur yang semakin bertambah dan semakin berkembang baik pembangunan maupun jumlah manusianya. Negeri bak laksana dongeng dimana tongkat dan kayu bisa jadi tanaman, dimana kail dan jala cukup untuk menghidupi rakyatnya, dimana semua isi alam ini bisa dinikmati oleh semua masyarakat indonesia mulai tak terlihat lagi. Semakin tua Ibu pertiwi, semakin jauh dari cita-cita luhur pendirinya.

Refleksi Ulang Tahun Indonesia

Setiap tanggal 17 agustus bayangan masa lalu tak pernah hilang. Upacara peringatan kemerdekaan 17 agustus yang kujalani sangat sakral. Masih ingat ketika SMA saat itu, menjadi sebuah kebanggaan ketika kelasku terpilih untuk mewakili sekolah untuk mengikuti upacara bendera peringatan hari ulang tahun  indonesia di kantor gubernur. Kami harus menghapal banyak lagu perjuangan yang benar-benar menggugah rasa nasionalisme dan kebanggan atas ibu pertiwi. Saya sendiri sampai sekarang masih hapal lagu-lagu perjuangan itu.

Sebuah kebanggaan pula ketika terpilih menjadi pengibar bendera pusaka atau Paskibraka baik tingkat provinsi apalagi nasional. Sebuah kebanggaan dan anugerah yang patut di syukuri karena untuk lolos menjadi Paskibraka saat itu sangat sulit. Selain persyaratan fisik banyak test yang harus dilalui. Persaingan saat itu sangat ketat karena peserta berasal dari seluruh sekolah di tingkat provinsi. jangankan untuk lolos tingkat nasional, tingkat provinsi aja udah sebegitu ketat persaingannya. Ketika lolos dan menjadi anggota Paskibraka, kebanggaan akan tersemat di dada. Tidak hanya siswa, tapi juga orang tua dan daerah tempat dia sekolah.

Kegembiraan dimulai H-7 sebelum tanggal 17 agustus. Banyak acara-acara yang mulai diadakan untuk menyambut ulang tahun indonesia itu. Dari lomba menghias gapura, gerak jalan malam sampai dengan pemutaran film-film perjuangan di bioskop.

Saya sendiri saat kecil tinggal di daerah yang bisa dibilang jauh dari kemajuan, bioskop hanya sedikit, hanya ada 1 bioskop kelas menengah dan sisanya adalah bioskop kelas ekonomi. Jangan membayangkan bioskop dengan kursi busa, bioskop favorit saya saat itu adalah bioskop dengan kursi kayu yang keras dan audio seadanya yang penting terdengar oleh penonton. Tiket seharga 200 rupiah tanpa nomor membuat ku datang lebih awal jika tidak ingin mendapat bangku 2 meter dari layar.

Film-film yang diputar untuk memperingati Kemerdekaan itu benar2 mampu memikat anak2 kecil seperti saya. Bioskop menjadi penuh karena biasaya film perjuangan itu menampilkan sisi heroisme dan kepahlawanan pejuang indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan ini. Kebiasaan saya dan teman-teman sehabis menonton film perjuangan adalah menirukan, Ya.. menirukan adegan -adegan di film itu. Dengan senjata dari bambu kecil dengan kertas basah sebagai pelurun yang biasa disebut tulup kami mulai bermain perang2an. Kami membagi diri menjadi 2 kelompok yang saling berhadapan, dan menamakan diri kami dengan tokoh-tokoh yang ada di film perjuangan tersebut. Tak ada satupun dari kami yang ingin menjadi penjajah, sampai-sampai kami harus mengundi karena kalo tidak dilakukan makan permainan kami tidak akan terlaksana. Mungkin inilah yang disebut nasionalisme anak kecil yang tertanam di diri kami saat itu.

Saat ini semua menjadi lain, ulang tahun indonesia hanya di artikan sebagai sebuah seremoni tanpa kebanggaan. Tak ada lagi film-film perjuangan di bioskop karena sudah tergantikan dengan heroisme bangsa lain. Tak ada lagi sebuah kebanggaan mengikuti upacara peringatan kemerdekaan karena upacara kemerdekaan dianggap mengganggu hari libur mereka apalagi jika jatuh pad ahari minggu. Tak ada lagi lagu perjuangan karena lagu perjuangan tidak enak didengar dibandingkan dengan lagu para boyband yang bernuansa cinta. lebih miris lagi ketika Pancasila sebagai dasar negara aja tidak hafal. Jangankan lagu perjuangan bahkan lagu kebangsaan pun tidak hafal. Ulang Tahun kemerdekaan sudah menjadi sebuah hari libur biasa tanpa makna.

kulihat ibu pertiwi
sedang bersusah hati
air matamu berlinang
mas intanmu terkenang

hutan gunung sawah lautan
simpanan kekayaan
kini ibu sedang susah
merintih dan berdoa

kulihat ibu pertiwi
kami datang berbakti
lihatlah putra-putrimu
menggembirakan ibu

ibu kami tetap cinta
putramu yang setia
menjaga harta pusaka
untuk nusa dan bangsa.

Selamat Ulang Tahun Indonesia ku Yang ke 66

 




6 thoughts on “Selamat Ulang Tahun Indonesia Ku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *