Tagar Makan Tanaman

Hashtag atau Tagar biasa lidah bangsa ini menyebutnya, adalah sebuah penanda topik di twitter.

The # symbol, called a hashtag, is used to mark keywords or topics in a Tweet. It was created organically by Twitter users as a way to categorize messages.

Tagar sudah menjadi trend seiring dengan makin pesatnya penggunaan sosial media terutama twitter di kalangan masyarakat kita. Tagar menjadi sebuah kewajiban jika ingin menciptakan sebuah trend di twitter baik secara nasional maupun internasional.

Tagar makan tanaman, adakah yang salah dengan ini. Sebenarnya tidak ada yang salah jika pengguna twitter membuat tagar untuk topik yang dia buat atau dia ingin sebarkan. Sayangnya terkadang tagar dipaksa dan tanpa disadari membuat esensi dari topik itu sendiri hilang. Makna dari topik itu menjadi bergeser karena yang seharusnya topik itu menjadi fokus utama malah tergeser oleh tagar yang dijadikan target point.

Dunia digital telah membuat banyak makna kehidupan menjadi tergantikan. Bagaimana hubungan pertemanan yang harusnya dilandasi oleh komunikasi 2 arah sehingga bisa berbagi suka duka sudah tergantikan oleh “add friend” di jejaring sosial. Kita lihat aja di facebook, begitu bangganya seseorang mempunya teman sampai ribuan, tapi kalo diperhatikan berapa yang intens berinteraksi dengannya? terlalu muluk kalo dikatakan interaksi harian, dalam hitungan mingguan aja banyak yang tidak melakukan interaksi bahkan bulanan. Malah konyolnya ada yang tidak kenal dan tidak berusaha mengenal teman yang sudah masuk dalam daftar teman nya. Saya pernah menanyakan ke beberapa orang yang mempunyai teman di facebook sampai ribuan, berapa orang yang masih berinteraksi sampai saat ini? dan jawaban mereka gak sampai 20 orang.

Kembali ke soal tagar, masih ingat ketika tagar menjadi sebuah trend yang membanggakan. Secara rating itu sangat membanggakan karena begitu banyak orang yang peduli dengan apa yang ingin di sebarkan oleh tagar itu. Seberapa valid jumlah itu? saya tidak tau karena saya tidak ikut menghitung, paling tidak angkanya tercatat walau secara pasti berapa jumlah individu yang ikut menyebarkan tagar itu tidak ada datanya.

Sayangnya akhir2 ini tagar sudah memakan tanaman yang harusnya dijaga. Banyak “tanaman” yang sudah dimakan oleh tagar ini. Banyak hal dimana perlu adanya action seakan2 sudah dilakukan apabila sudah ikut berperan aktif di jejaring sosial terutama twitter dengan ikut menyebarkan tagar itu. Contoh sederhana adalah ketika Para pengguna twitter berlomba-lomba nge-twit sesuatu yang berbau nasionalisme dan mencantumkan tagar kemerdekaan dibelakangnya agar terlihat sebagai orang yang indonesia yang nasionalis. Mereka seakan2 sudah “berbuat” dan memaknai arti dari nasionalisme dan kemerdekaan itu sendiri. Ini diperparah lagi dengan pelaku internet yang berusaha menggantikan sebuah kegiatan analog menjadi digital (istilah Mas Plendhus). Sayangnya kegiatan digital ini hanya bisa mengambil sisi seremonialnya tanpa bisa mengikutsertakan makna didalamnya.

Oleh sebab itu pribadi2 juga saya sebagai pengguna internet dan jejaring sosial harus lebih sadar, bahwa banyak hal analog yang tidak bisa didigitalkan. Anda dan saya boleh menjadi bagian dari sebuah gerakan digital, tapi ingat apakah anda sudah mengerti dan paham makna dari gerakan itu? Ketika ada berteriak-teriak nasionalisme di twitter tanyakan dulu kepada diri anda apakah anda sudah nasionalis? tanyakan pada diri anda sendiri apakah anda hafal pancasila? lagu indonesia raya? atau anda bersediakah upacara bendera di bawah terik panas matahari untuk menghormati sang saka merah putih?




4 thoughts on “Tagar Makan Tanaman

  1. Sriyono Semarang

    nasionalis? belum mbah, lha mobil masih buatan japan (mo beli buatan indo belum ada), hape masi buatan finland, (mo beli buatan indo belum ada), laptop masi buatan ameriki, (lagi lagi karena buatan indo belum ada), kita baru bisa buat mendoan mbah…
    hafal pancasila? sudah mbah…
    hafal indonesia raya? sudah mbah…
    upacara dibawah terik matahari? mau sih mbah tetapi klo puasa nggak kuat, klo maksa ntar pingsan ngerpotin mbah nya malah repot… 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *