Komodo si Anak Emas

Komodo akhirnya menjadi si anak emas akhir2 ini. Hal ini dikarenakan komodo sedang diusahakan menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia. Dari pejabat sekelas yusuf kalla sampai pada rakyat jelata berlomba2 mengirimkan voter lewat sms untuk mendukung komodo menjadi 1 dari 7 finalisnya. Kontorversi pun merebak, dari jumlah biaya yang sangat besar yang harus dikeluarkan bila menjadi pemenang sampai dengan status penyelenggara yang “abal-abal”.

Terlepas dari semua kontroversi itu saya lebih prihatin bukan karena penyelenggarannya, tapi saya prihatin dengan bangsa ini yang “latah” dengan keadaan apalagi yang berbau2 publikasi. Komodo sudah menjadi magnet yang menggiurkan sehingga membuat masyarakat buta dan lupa bahwa binatang langka di indonesia bukan hanya komodo. Menjadikan komodo keajaiban dunia efeknya tidak signifikan, komodo hanya tercatat dan diharapkan akan banyak wisatawan datang padahal tanpa menjadi keajaiban dunia pun komodo sudah dikenal di dunia karena hewan prasejarah ini hanya ada di indonesia.

Promo komodo menjadi 7 keajaiban dunia seperti menunjukkan malasnya pemerintah yang mana lebih suka mempromosikan kekayaan alam negaranya dengan “membayar” EO daripada mempromosikan sendiri

Menjadikan komodo keajaiban dunia adalah hal konyol di atas penderitaan binatang lain. Komodo begitu menjadi anak emas, komodo seperti harta paling berharga di indonesia. Masyarakat benar2 dicuci otaknya dengan euforia kata “ajaib’. Masyarakat digugah rasa nasionalismenya untuk sesuatu yang ┬átidak signifikan. Hanya hal2 baik yang dijadikan contoh, hanya hal2 positip yang selalu di sodorkan kepada masyarakat sedangkan hal2 negatif terkesan disembunyikan. Kita tidak tahu bahwa nantinya nasionalisme kita malah hanya akan mempercepat kepunahan komodo tersebut. Jumlah komodo yang makin menyusut, kemampuan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang baik untuk komodo berkembang biak, perburuan komodo, menjaga rantai makanan sampai dengan kemampuan masyarakat sekitar dalam melindungi komodo harusnya lebih diperhatikan.

Ingat negara ini sudah hampir kehilangan beberapa hewan langka karena diancam kepunahan. Beberapa hewan langka yang sebentar lagi punah karena populasinya yg bisa dihitung dengan jari

1. Badak jawa

2. Harimau jawa

3. Harimau bali

4. Kuau Raja

5. Tikus Pohon Raksasa

6. Tikus hidung panjang

7. Tikus Gua

8. dll

Sedangkan hewan langka lain yang keberadaanya kian hari kian menyusut dan mendekati kepunahan

1. Orang utan

2. Komodo

3. Anoa

4. Ikan pari Hiu

5. Penyu leher panjang

6. Ikan gergaji

7. dll

Begitu banyak hewan langka yang mendekati kepunahan inilah yang harusnya diperhatikan. Pemerintah harus mulai berusaha meningkatkan populasinya untuk menjaga kelestariannya. Jangan lagi berpikir untuk berpromosi layaknya anak emas dan anak tiri, semua hewan langka harus menjadi anak emas di negeri sendiri. Apagunanya menghabiskan biaya banyak hanya untuk sebuah publikasi yang tidak penting, lebih baik gunakan biaya itu untuk melestarikan semua hewan langka yang ada di negara ini.

Anak cucu kita jangan diwariskan sertifikat keajaiban, tapi wariskanlah mereka bentuk nyata dari keajaiban itu sendiri




12 thoughts on “Komodo si Anak Emas

  1. budiono

    lebih prihatin lagi sekarang sudah dipelintir bahwa yang diusulkan menjadi satu dari new seven wonder itu adalah KOMODO, padahal PULAU KOMODO.

    baik KOMODO maupun PULAU KOMODO saya tidak setuju masuk seven wonder karena itu adalah buatan TUHAN, sedangkan yang mestinya masuk AJAIB adalah kreasi manusia yang luar biasa dahsyat dan hanya ada di satu tempat

    Reply
  2. dr engq

    dengan komodo atw pulau komodo menjadi new 7 wonder, org2 sprti anda dapat menyadari bhwa ada hewan lainnya yg terancam punah bukan, banggalah karena komodo salah satu rencana utk kita menyadari hal yg belum kita sadari….banggalah bhwa salah satu hewan langka kita menjadi pusat perhatian shingga hewan lainnya dpt diperhatkan pula…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *