Kebun Binatang Surabaya Ada Apa Dengan Mu? #saveKBS

kebun binatang surabaya

Kebun Binatang Surabaya ada apa denganmu? Konflik berkepanjangan yang tidak kunjung kelar sampai dengan matinya beberapa hewan langka. Sebuah kebanggaan kelas dunia sekarang tak ubahnya rumah jagal para hewan langka tersebut. dari yang mati karena tidak terawat, terkena penyakit sampai dengan kematian yg tidak jelas penyebabny. Singa afrika, kangguru, jalak bali, phyton, rusa bawean, komodo, dll adalah sedikit dari korban “rumah jagal” tersebut. Konflik KBS selain hewan tidak terlepas juga dari 12 hektar Ruang terbuka hijaunya yg terus menjadi intaian para investor serakah.

Kebun binatang yang berdiri tahun 1916 awalnya adalah koleksi bangsawan belanda yang mencintai binatang. Akhirnya Setelah Belanda angkat kaki dari surabaya dan masalah ini dimulai. Kebun binatang surabaya kemudian dikelola oleh Perkumpulan Flora dan Satwa Surabaya (PTFSS). Kepengurusan PTFSS awalnya baik-baik saja, KBS menjadi sebuah ikon surabaya yang terkenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Koleksi binatang pun bertambah sehingga KBS menjadi kebun binatang dengan jumlah spesies hewan terbanyak di dunia dn kebun binatang terbesar di surabaya. Tapi belakangan konflik internal pun mulai mencuat, perebutan kepengurusan KBS dan pengelolaan menjadi sumber konfliknya. Masalah lain kemudian muncul juga, dari matinya beberapa hewan langka yang ada disana dampai dengan hewan yg hilang karena dicuri. Imbas lain konflik tersebut KBS menjadi tidak terurus dan pengunjung pun mulai berkurang.

Spekulasi pun mulai bermunculan, dari adanya broker2 binatang langka yang bermain atas konflik ini sampai dengan rencana menghancurkan KBS sehingga lahannya bisa dipake secara komersial. Lahan KBS adalah salah satu daerah dengan harga jual tanah paling tinggi dan merupakan daerah elite di kota surabaya. Lahan ini tentu menjadi incaran banyak investor. Trus apa hubungannya dengan hewan yang mati di KBS. Dengan semakin banyak hewan yang mati, bisa saja ijin konservasi binatang di KBS bisa dicabut. Ketika dicabut inilah lahan tersebut bisa saja difungsikan untuk hal lain seperti komersialisasi karena pencabutan ijin konservasi mengharuskan hewan yang ada di KBS dititipkan baik ke pemerintah maupun ke pihak swasta. Belakangan ini malah muncul isu baru yaitu diberikannya ijin kemenhut kepada pihak swasta untuk mendirikan hotel di tengah2 KBS. Kalo sampai isu ini benar, artinya masyarakat surabaya akan kehilangan banyak hal.

Dengan adanya konflik di atas, masyakarat surabaya akan kehilangan beberapa potensi

  1. Potensi konservasi dan edukasi dan penelitian tentang satwa dan flora
  2. Tempat rekreasi buat keluarga dan masyarakat surabaya
  3. ikon kebanggan kota surabaya
  4. Luas KBS adalah 15 hentar yg mana 12 hektarnya adalah Ruang Terbuka hijau. Dengan Luasan RTH sebesar itu, dalam setahun dapat menyerap 33.6 jt ton CO²/tahun ( 1 hektar RTH = 2,8 jt ton CO²/tahun). KBS adalah paru2 kota surabaya yg besar.
Untuk itu kita sebagai masyarakat surabaya harus terus mempertahankan keberadaaan KBS dan Ruang terbuka hijaunya. Bersatu bahu membahu seperti waktu kebun bibit akan di komersialisasikan. Ruang terbuka hijau di surabaya harus dipertahankan kalo bisa ditambah karena polusi udara makin hari makin bertambah. KBS harus tetap ada tentunya dengan keberadaan hewan yang terawat dengan baik. KBS bukan sekedar tempat wisata, tapi KBS harus seperti dahulu yaitu menjadi tempat konservasi, pendidikan dan penelitian flora dan fauna.
KAMI MELAWAN!!!!



5 thoughts on “Kebun Binatang Surabaya Ada Apa Dengan Mu? #saveKBS

  1. Surabaya Animal Care (SAC)

    karena KBS sumber ‘devisa’ makae jadi rebutan dan ‘penghuni’ nya pada ditelantarkan krn akan mengurangi jatah upeti. Gak heran kalo tiap hari banyak hewan mati, ini tentang cagar budaya, duit upeti ato kesejahteraan hewan toh? gak jelas apa yang musti diperjuangkan

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *