Mimpi Seorang Putra Kalimantan Untuk Indonesia

Siapapun boleh bermimpi. Saya, kita, anda semua. Begitu juga dengan Isran noor anak ke 7 dari sebelas bersaudara putra pasangan Bapak Siul Bakrie dan Ibu Hadijah. Sejak kecil Isra (nama kecil Bapak Isran Noor) sudah mendapatkan pendidikan keagamaan yang sangat mumpuni dari kedua orang tuanya. Hal ini terlihat dari berbagai gelar yang dia terimanya mulai dari juara membaca Al-Qur’an sampai dengan membaca tajwid. Sejak kecil putra Ibu Hadijah yang masih keturunan trah keluarga kerajaan kutai ini juga diajarkan tentang pentingnya toleransi, kemasyarakatan, nasionalisme, sejarah, kebudayaan dll. Tidak heran beliau sangat religius, agamis dan nasionalis. Sikap inilah yang akhirnya membawa beliau kepada mimpi dan cita cita suatu hari nanti dia akan berbuat untuk daerahnya dan indonesia.

Ir. H. Isran Noor, M.Si (lahir di desa Sangkurilang, 20 September 1957) kini menjabat sebagai bupati Kutai Timur periode 2011-2016, disamping itu ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur serta Ketua Umum Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani). Ia memulai jabatannya terhitung sejak tanggal 4 Februari 2009.

Hari Minggu Kemaren saya berkesempatan bertemu dengan bapak Isran Noor. Pada pertemuan itu Beliau bercerita tentang mimpi dan keresahan beliau pada Indonesia yang begitu dicintainya. Ketua Umum Asosiasi pemerintah kabupaten seluruh indonesia ini bercerita panjang lebar tentang daerahnya, ya semua harus dimulai dari daerah dan kemudian menularkan ke daerah lain. Beliau begitu berapi api bercerita bahwa beliau tidak rela daerah yang dipimpinnya “dijajah”, Beliau harus melawan kira kira begitu istilahnya. Salah satu Perlawanan beliau diceritakannya antara lain bahwa banyak nelayan dari negara lain mencuri ikan di daerahnya, kerugian tidak sedikit dan beliau juga paham bahwa kemampuan bangsa ini dalam mengawal perairannya  masih belum maksimal karena keterbatasan sarana. Apakah trus beliau pasrah? tidak beliau melawan dengan membeli Kapal patroli yang kemudian diserahkan kepada TNI AL untuk memperkuat armada patroli di perairan kutai timur dan sekitarnya. Kapal patroli bernama Kudungga ini akhirnya bisa mengurangi pencurian ikan di perairan kutai timur secara signifikan. Masih banyak lagi “perlawanan-perlawanan” beliau yang akan sangat panjang bila saya ceritakan disini.

Untuk mencapai kemakmuran Indonesia, diperlukan:

  • Pemerataan infrakstruktur di seluruh daerah tanpa memandang jumlah penduduk, guna menjaga integritas NKRI secara menyeluruh.

  • Perlindungan sumber daya alam Indonesia dari pihak asing, guna mencegah terjadinya eksploitasi sumber daya alam tanah air.

  • Pengolahan serta pelestarian sumber daya alam, guna menunjang masa depan anak-anak serta cucu-cucu kita di kemudian hari.

Pertemuan dan diskusi kemaren sebenarnya merupakan rangkaian panjang acara beliau dalam mewujudkan mimpinya. mimpi menjadikan indonesia maju dan mandiri. Beliau berusaha menularkan sikap bahwa membangun daerah dalam konteks otonomi daerah adalah membangun indonesia dalam skala kecil dan jika ini dilakukan oleh seluruh daerah di indonesia makan pembangunan dalam skala kecil ini akan menjadi pembangunan indonesia seutuhnya. Trus apa yang sudah diperbuat Pak Isran Noor untuk daerahnya. Ini saya ambil di official web beliau

  • Kutai Timur sukses menjalankan otonomi daerah untuk membangun dan meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

  • IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Kutai Timur mengalami kemajuan dan semakin membaik, yaitu dari 69,30 di tahun 2005 menjadi 74,51 di tahun 2010.

  • Peningkatan Kualitas pendidikan di Kutai Timur meningkat tinggi (leadership-park.com, April 2010).

  • Pertumbuhan ekonomi Kutai Timur meningkat sekitar 75% dibandingkan dengan tahun 2011.

Diskusi dan tanya jawab hari itu sangat gayeng, awalnya melihat sosok Pak Isran Noor saya agak sedikit cemas, wajah tegas dan kaku menjadikan kami semua yang ada di ruangan itu kuatir suasana diskusi akan menjadi kaku layaknya militer. Apa yang saya pikirkan ternyata tidak terbukti, sosok Pak Isran Noor ternyata ramah, murah senyum dan menjawab pertanyaan kami satu persatu dengan lugas bahkan diselingi dengan candaan ala beliau. Suasana mendadak cair dan menjadi lebih nyaman dan kekeluargaan. Pada saat makan siangpun beliau mengajak kami semua untuk akan bersama sama, di meja yang sama, dengan hidangan yang sama tanpa dibeda2in. Bukan hanya kami bahkan supir dan bapak bapak keamanan diajak juga turut serta makan bersama. Benar2 sikap yg rendah hati dan merakyat pikirku.

Rangkaian acara berikutnya adalah kami bersama sama dengan beliau menghadiri Acara Gelar budaya nusantara di desa banaran kulon progo. Dalam kesempatan itu Bapak Isran Noor berdiskusi dan melakukan interaksi dengan masyarakat desa banaran. Suasana diskusi dan tanya jawab berlangsung dengan gayeng dan santai. Dalam kesempatan ini pula Bapak Isran Noor berusaha menularkan sikap kepedulian kepada daerah dan indonesia kepada masyarakat desa banaran. Harapan beliau adalah nantinya masyarakat desa akan seluruh indonesia akan mau berusaha memajukan daerahnya, mau berjuang melawan “penjajahan” atas daerahnya.

acara diskusi kerakyatan

Rangkaian Gelar budaya Nusantara sendiri tidak hanya menampilkan kesenian daerah jawa tengah, tapi juga menampilkan kebudayaan dari daerah diluar jawa.

Gelar Budaya Nusantara

 Walaupun Putra Daerah, dalam obrolannya hari itu beliau mengatakan bahwa dia mencintai dan mengagumi seluruh kebudayaan indonesia. Beliau sangat yakin bahwa kebudayaan bangsa ini adalah harta karun yang tidak ternilai dan harus dijaga. Kalo bukan masyarakat indonesia sendiri, siapa lagi yang harus menjaganya.

Apa yang dilakukan Pak Isran Noor dalam rangkaian acara kemaren adalah salah satu wujud mimpi beliau, tapi saya yakin Pak Isran Noor tidak akan pernah berhenti Untuk mewujudkan mimpi terbesarnya, menjadikan Indonesia Negara Maju dan Mandiri. Tentunya Semakin besar mimpi yang akan diwujudkan maka tantangan dan kerikil tajam juga akan semakin banyak.

Tetap semangat Untuk Indonesia, Maju terus pak!!!!

Here is a collection of places you can buy bitcoin online right now.




4 thoughts on “Mimpi Seorang Putra Kalimantan Untuk Indonesia

  1. Marcellino Mangindaan

    Dari dulu saya sudah menyukai sosok beliau yang low profile dan cinta mati dengan daerah. Dua hal yang menurut saya sangat krusial dan dibutuhkan dalam diri seorang pemimpin. Saya cuma bisa berharap beliau mendapat tempat di pemerintahan pusat supaya kemajuan daerah bisa lebih berkembang…

    Reply
    1. mbah sangkil Post author

      indonesia memerlukan anak bangsa yang berpikiran seperti beliau, yang memahami bahwa indonesia adalah indonesia bukan mengadopsi dari negara lain

      Reply
  2. maha oke

    ISRAN NOOR. Adalah ketua APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) atau ketua Bupati seluruh Indonesia. Ia menjabat Ketua mulai tahun 2011. APKASI merupakan organisasi tempat berhimpunnya para bupati di seluruh Indonesia yang dideklarasikan pada 30 Mei 2000 di Jakarta. Saat ini jumlah anggotanya telah mencapai 399 kabupaten. Tugasnya adalah mewadahi dan menyalurkan aspirasi daerah kabupaten ke pemerintah pusat. Di bawah kepemimpinan Bupati Kutai Timur Ir. H. Isran Noor, M.Si, APKASI terlihat berkembang cukup dinamis.

    Isran Noor lahir di desa ujung timur Kutai Timur, Sangkulirang, Isran Noor kecil adalah anak rawa yang dilahirkan di Kecamatan Sangkurilang Kab Kutai Timur pada Jumat Pon 20 September 1957. Ia berdarah Kutai dengan campuran darah Bugis. Sebagai figur ia memiliki pandangan politik Nasionalis. Pola pikir terbuka, tegas, dan jujur. Sahabat-sahabatnya (para Bupati) menjulukinya sebagai Bupati “Preman”. Ia suka bicara blak-blakan (terus terang) tegas dan jujur apa adanya. Tidak peduli siapa yang sedang ia hadapi. Isran Noor sebagai pecinta seni dan budaya, ia sangat tertarik dengan spiritualitas Jawa. Dan ia sangat apresiasi terhadap berbagai kesenian tradisional semua suku bangsa. Karena seni dan budaya dinilai sebagai bagian dari kekayaan spiritual Nusantara. Maka tidak mengherankan bila Sinuhun Hangabehi (Raja Kasunanan Kartasura) memberikan gelar KPH Condronegoro pada tahun 2010. Dan mendapatkan gelar KPH Hamengku Nagoro merupakan gelar kehormatan dari Kraton Solo. Isran Noor merupakan pribadi yang sangat menghormati para leluhur Nusantara yang telah mewariskan bumi pertiwi Nusantara. Selain di dalam negeri sendiri, Ia pernah melakukan ziarah keliling dunia mengunjungi leluhur-leluhur dunia yang dinilai pernah memberikan andil besar dalam kemajuan peradaban manusia.

    Pada Pilkada Kutim untuk masa jabatan 2011-2016, Isran mendaftar menjadi kandidat calon bupati Kutai Timur, berpasangan dengan calon wakil bupati Ardiansyah. Pilkada Kutim dilaksanakan pada tanggal 27 November 2010. Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara yang digelar KPUD Kutim, Isran-Ardiansyah mendapatkan dukungan lebih dari separuh pemilih, yaitu sebanyak 51,10 persen.

    dan untuk mengenal lebih dekat dengan beliau bpk Isran Noor silahkan mengunjungi situs resmi beliau di : http://www.isrannoor.info/

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *